Ingin ku tulis semua perasaan ku
Aku bahagia ketika itu
Aku merasa jika bersama mu, kamu akan selalu ada untuknku.
Tapi sayang tak semudah itu mencapai bahagia.
Kita kali di berikan cobaan.
Anda akan sibuk dengan kegiatan anda,
Anda akan lupa waktu saya yg juga sedikit untuk bersama anda.
Perlahan aku akan merasakan kehilangan waktuku yang sudah aku rancang untuk diisi bersama anda.
Rasanua sangat sedih menuliskan perasaan khawatir ku ini.
Kamu harusnya menyadari sikap ku
Kamu harusnya menyadari keinginanku
Ya aku tau kamu tau, tapi kamu berpura2 menutup kuping dan mata mu agar tidak tau.
Kamu mengatakan 'cemburu' dengan teman ku. Kamu menuduh aku genit dan mencari lelaki cadangan.
Pernah kamu berkaca? Kamu mengatakan nyesek? Bagaimana dengan aku?
Kenapa bisa bayak pria yg care dengan aku (pacarmu) tapi pacarku sendiri? Dimana dia? Hanya duduk di belakangkah? Hanya melihat dan menilai sajakah? Atau dia memang tidak perduli? Entahlah aku tidak ingin menebaknya :'(
Mungkin hidup ku akan merasa sepi tanpa sekelilingku, semalam aku menunggunya. Tapi kenapa bukan dia yg datang?
Bahkan lama membalas pesan yg kukirim sampai aku bosan menunggu, hanya menjawab, lupa ingin bertanya apa saja, dan tertidur. Rasanya sangat garing, seperti kerupuk tipis yg di keringan lagi!
Aku ingin memberi dia kebebasan, tapi apa tidak bisa menyusun 4 hari saja dengan ku?
Aku takut, aku merasa kehilangan. Dam mulai lupa hati yang harus aku jaga.
Aku takut, perlahan kamu melupakan kalo aku juga menunggu kamu datang untuk bersama ku.
Maaf aku terlalu egois, tapi aku akan berusaha menghadapi ini semua sedewasa mungkin.
Biar banyak orang yg sengaja berkata buruk untuk membat aku jauh dari mu :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar