Kamis, 21 Januari 2016

untuk apa kita bersama?



Akus iri, aku sangat iri dengan para wanita dimasa lalumu. Kamu memperlakukan mereka begitu baik, begitu indah. Selama kita bersama aku fikir kamu bukanlah orang seperti itu, orang yang biasa memberikan bunga dan mengukir sebuah nama untuk sebuah alasan yang bernama cinta meskipun aku sangat ingin kamu seperti itu terhadapku tapi aku berfikir kamu… tidak pernah melakukan itu karena bukan orang yang seperti itu dan kalaupun aku meminta kamu melakukan hal romantis kamu mengatakan “lebay,Alay”
Sampai akhirnya aku melihatnya sendiri dalam rekaman masalalumu, sepertinya kau tampak bahagia sayang. Sudah berapa malam yang kita lewati, tapi sekelopak bunga pun tak pernah kau perlihatkaan untukku, sudah berapa lagu yang kamu nyanyikan bersama ku tapi tak pernah kau sebut namaku tak ada satu pun lagu yang kau berikan untukku untuk menggambarkan perasaan mu pada ku, sudah berapa lama kita bersama tapi tak pernah satu kali saja kau ukir namaku.
Aku iri dengan masa lalumu. Aku ingat ketika aku jatuh hati saat itu kamu memberikan sebuah lagu dan aku sadar itu bukan untukku. Kamu sering mengirim lirik lagu untukku ketika kita sudah mulai bersama, tapi aku sadar itu bukan hanya untukku. Dan ketika aku benar-benar sadar, aku sangat membenci lagu itu. Mendengarnya  hanya akan mengingatkan aku untuk siapa lagu itu dan kebodohan ku.
Aku iri dengan semuanya. Ketika para masa lalumu mengatakan mereka bahagia dengan mu,  apakah benar? Kenapa aku tak merasa demikian? Mungkin yang kau tunjukan padaku adalah detik-detik perselingkuhanmu, kemarahamu, suara bentakanmu, prilaku kasarmu. Bukan kata-kata indah, bunga yang indah, lagu tentang kita. Semuanya aku rasa hanya tentang aku, aku yang ingin dibahagiakan, aku yang berusaha terlihat bahagia. Ibarat pohon, aku sudah tidak mempunyai akar lagi, aku berdiri hanya karna kau mengikatku begitu kencang sampai untuk bernafas lega pun sulit untukku.
Apa artinya bersama sekian lama?
bisakah kamu sedikit saja ada perasaan ingin membuat aku bahagia tanpa aku meminta?
apa masih ada pembatas diantara kita sehingga perasaan gengsi dan malu belum bisa runtuh?
atau semuanya adalah hanya aku? bukan "kita" :")
Dunia ku berubah mungkin memang harus begini, meski semuanya baik2 saja aku sering merasa tersesat. Semoga ada cahaya petunjuk jalan atau apapun yang bisa membawaku keluar dari sini. Sebaigai mana semua aliran air dari manapun itu suatu saat pasti akan ke laut :)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar