Rabu, 27 Januari 2016

untuk apa?



Hai syang, orang yang selalu aku panggil saying tapi berkali-kali mengaku saying dengan orang lain.
Kamu tau hal yang menyakitkan itu apa ? “ tidak pernah di akui “ itu sangat menyakitkan. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun kita bersama ga pernah ada artinya saying, saying, cinta, sabar, kalah sama yang namanya godaan nafsu sesaat. Kamu korbanin perasaan orang yang setiap hari berusaha ada buat kamu, kamu buang nama dia dihidupkamu untuk nafsu sesaat kamu, kamu buat rendah serendah rendahnya orang yang tulus mencintai dan menerima segala kekurangan kamu.
Saying, sama siapa lagi aku harus cerita tentang rasa sakit ini, setelah aku menutup mata dan telinga aku dari sambaran semua orang.
Sayang, apa akhir yang kamu siapkan untuk aku ? apa aku akan berakhir menyedihkan ?
Sampaikapan aku harus kaya gini ? aku tertekan sayag, kepala aku sakit bener-bener sakit, aku tertekan sama ucapan kamu yang bukan kenyataannya, aku tertekan membayangkan hal uang indah tapi berbeda dengan kenyataan, aku tertekan utuk percaya sesuatu yang ga pernah terlihat, aku tertekam rasanya mau pecah. Aku tau air mata atau ucapan apapun ga akan pernah melunturkan keangkuhan dan kegengsian kamu itu, aku ga butuh ucapan cinta, aku ga butuh angan-angan tentang masa depan yang indah, aku Cuma butuh kamu liat kea rah aku, aku Cuma butuh kamu genggam tangan aku kemanapun itu, aku Cuma butuh kamu akuin aku, aku butuh pengakuan, aku butuh kesetiaan, aku butuh tulus dihati kamu, aku butuh hati kamu yang bias ngerasain tulusnya cinta aku dan sakitnya perasaan aku.
Aku mohon jangan perlakukan aku kaya gini lagi dan lagi, aku bias mati untuk itu. Dunia aku terasa runtuh saying, aku ngerasa jatuh dang a tau arah kemana harus pergi, tapi ga pernah punya alasan buat tetep disini, sedangkan aku ga pernah tau alasan aku bertahan untuk apa tapi aku tau di depan Cuma ada akhir yang menyedihkan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar